Setelah 1 bulan, menunggak pinjol dan pinjaman2 lainnya..
Mulai terasa, tekanan dari berbagai pihak.
Dari kantor, orang tua, saudara, tetangga, dan juga istri..
Curhat ke istri, dijawab terserah.. Memang saya salah, saya yg sudah merusak nama baik istri di mata tetangga,, tapi mau gmn lagi..
Bingung, itu yg saya rasakan..
Sepi, itu yg saya hadapi..
Anak2 harus sy titipkan dulu ke orang tua demi keamanan mereka, tapi disana, di sekolahnya, anakku harus merasakan di bully dan dipukuli temannya.
Harus ke siapa lagi, saya meminta tolong.
Harus kemana lagi, kaki ini melangkah mencari jalan keluarnya.
Rumah kontrakan, 1 bulan lagi habis, mencari sewa yang bulanan, hampir tidak ada, kalaupun ada, harganya mahal.
Mau sewa tahunan, uang darimana lagi.
Setiap malam, istri bertanya, kita harus bagaimana, harus gimana lagi, sampai kpn kita begini.. Hanya diam yg bisa saya jawab, diam seribu bahasa, ataupun, ga tau sayang, dengan suara tanpa harapan.
Di kantor, operator telepon komplain karena dimarahi dc pinjol..
Bingung, bingung, diam, termenung, apa yang harus saya lakukan..
Berharap ada keajaiban, berharap ada yg sedikit meringankan, hanya berharap dan terus berharap.
Tidak tau sampai kapan, sampai kapan, jiwa ini bertahan, sampai kapan, hati ini terus menangis, sampai kapan, istri, anak2ku, orang tuaku, saudara2ku menjadi korban..
Sampai kapan???????
Bandung, 05 Maret 19, pukul16.00
Tidak ada komentar:
Posting Komentar